Membentuk Generasi Berakhlak: Rutinitas Shalat Dhuha di SD Assunniyyah Kencong

Rutinitas shalat dhuha di SD Assunniyyah Kencong adalah investasi jangka panjang bagi masa depan siswa. Dengan menjadikan ibadah ini sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sekolah, SD Assunniyyah tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kedalaman spiritual dan karakter yang kokoh. Inilah wujud nyata dari pendidikan yang memanusiakan manusia, yakni pendidikan yang menyentuh akal sekaligus menyucikan jiwa.

Di tengah arus modernisasi yang membawa dampak besar pada perilaku generasi muda, pendidikan memegang peranan krusial dalam menjaga moralitas siswa. SD Assunniyyah Kencong memahami bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan kekokohan spiritual. Oleh karena itu, SD Assunniyyah menetapkan rutinitas shalat dhuha berjama’ah bukan sekadar sebagai pelengkap kurikulum, melainkan sebagai pilar utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.

Pelaksanaan shalat dhuha dimulai tepat pukul 07.00 WIB di dalam kelas masing-masing dengan bimbingan langsung dari guru, bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan strategi edukasi yang sangat efektif dalam membentuk karakter siswa secara personal dan berkelompok. Pelaksanaan di dalam kelas memberikan dimensi kekeluargaan yang kental. Kelas, yang biasanya menjadi ruang belajar, bertransformasi menjadi ruang sujud yang tenang. Hal ini menciptakan keterikatan batin antara siswa dengan lingkungan belajarnya. Ketika siswa melakukan shalat di tempat yang sama dengan tempat mereka belajar, mereka secara tidak sadar sedang mensucikan ruang tersebut. Efeknya, ruang kelas tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan tempat yang penuh keberkahan dan kenyamanan untuk menuntut ilmu.

Selain itu, pembiasaan shalat dhuha di SD Assunniyyah Kencong bertujuan untuk membangun “kecerdasan hati”. Melalui doa-doa yang dipanjatkan setelah shalat, siswa dilatih untuk memiliki sifat rendah hati, bersyukur atas nikmat kesehatan dan memohon kelancaran dalam menuntut ilmu. Hal ini secara perlahan mengikis sifat-sifat negatif seperti egoisme dan ketidakteraturan, serta menggantinya dengan akhlakul karimah yang tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik kepada guru maupun sesama teman.

Kencong, 13 Mei 2026

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top