Istighosah dan Jum’at Legi: Tradisi Pembentuk Karakter Religius Guru & Siswa

Di tengah arus modernisasi pendidikan, SD Assunniyyah Kencong tetap teguh menjaga identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga kedalaman spiritual. Salah satu pilar utama dalam pembentukan karakter tersebut adalah rutinitas Istighosah dan peringatan Jumat Legi. Tradisi ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan sebuah instrumen pedagogis yang efektif dalam membentuk karakter religius bagi guru maupun siswa.

Kegiatan Jum’at Legi di SD Assunniyyah memiliki makna historis dan spiritual yang mendalam. Dalam budaya masyarakat Kencong yang religius, Jum’at Legi sering dianggap sebagai waktu yang istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui lantunan istighosah dan do’a bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT, seluruh siswa SD Assunniyyah diajak untuk sejenak menanggalkan hiruk-pikuk pelajaran kelas dan bersimpuh dalam kerendahan hati.

Bagi para siswa, terutama kelas 6 yang sedang berada di penghujung masa sekolah dasar, tradisi ini adalah sekolah mental. Istighosah mengajarkan mereka konsep tawakkal (berserah diri) bahwa setelah usaha keras belajar, doa adalah penguat hasil akhir. Hal ini sangat penting untuk membangun ketenangan jiwa dalam menghadapi ujian atau transisi menuju jenjang pendidikan berikutnya. Siswa tidak hanya menghafal bacaan do’a, tetapi merasakan atmosfer kekhusyukan yang melatih kedisiplinan diri dan empati sosial.

Di sisi lain, keterlibatan guru dalam rutinan ini memberikan teladan nyata (uswatun hasanah). Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar materi pelajaran, tetapi juga sebagai mentor spiritual. Saat guru dan siswa duduk berdampingan dalam satu shaf, sekat-sekat formalitas mencair, menyisakan ikatan batin yang kuat. Guru menunjukkan bahwa kereligiusan adalah pondasi utama dalam mendidik, sehingga setiap ilmu yang disampaikan memiliki keberkahan. Secara sosiologis, tradisi ini juga memperkuat ekosistem sekolah. Kebersamaan dalam melantunkan dzikir menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan sejuk. Di SD Assunniyyah Kencong, pendidikan karakter tidak lagi menjadi teori di atas kertas, melainkan menjadi praktik hidup yang dirasakan setiap bulannya.

Dengan demikian, rutinan Jum’at Legi dan Istighosah di SD Assunniyyah Kencong adalah manifestasi dari visi sekolah untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual. Tradisi ini adalah jembatan yang menghubungkan nilai-nilai luhur agama dengan realitas dunia pendidikan, menjadikannya warisan karakter yang akan terus dibawa siswa hingga mereka tumbuh dewasa.

Kencong, 24 April 2026

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top